Keutamaan puasa di Bulan Dzulhijjah



*DJOHAND_23*

Alhamdulillah, wa shalawatu was salammu'ala Rasulallah saw.
pada kali ini saya akan sedikit memberithukan tentang puasa di bulan dzulhijjah dan keutamaannya. Langsung aja.

PUASA ARAFAH
adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 Dzulhijah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa-puasa lainnya.

Keutamaan puasa Arafah ini seperti diriwayatkan dari Abu Qatadah Rahimahullah. Rasulullah SAW bersabda:
صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية
Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas. (HR. Muslim)
Pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) -puncak dari ibadah haji- dan hari Nahar (Iedul Qurban). “Puasa Arofah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim).

Karena itu jangan kita sia-siakan waktu yang sangat berharga ini, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kita isi 10 hari pertama bulan dzulhijjah ini dengan amalan sholeh sesuai dengan kemampuan kita.

Dari Aisyah ra. sesungguhnya ada seorang pemuda yang apabila datang bulan Dzul Hijjah, keesokan harinya dia selalu berpuasa. Sampailah hal itu kepada Rasullah saw. Lalu beliau berkata:" Apa yang mendorong Anda melakukan puasa pada hari-hari ini?" Pemuda itu menjawab:" Demi bapak dan ibuku sebagai tebusan Anda ya Rasulullah, sesungguhnya itu adalah hari-hari masya'ir dan hari-hari haji. Semoga Allah mengikutkan aku dalam do'a mereka." Beliau saw bersabda:"Sesungguhnya setiap hari yang Anda puasakan itu balasan pahalanya dapat mengimbangi seratus budak dan seratus unta dan seratus kuda yang dipakai berjuang di jalan Allah. Lalu apabila datang hari Tarwiyah, Anda akan mendapatkan dua ribu budak, dua ratus ribu unta dan dua ribu kuda yang dipakai berjuang di jalan Allah ta'ala.

Nabi saw bersabda:"Berpuasa pada hari Arafah mengimbangi puasa dua tahun dan berpuasa pada hari Asyura' sama dengan puasa setahun." Nabi saw bersabda:"Apabila datang hari Arafah, Allah akan mencurahkan rahmatNya. Tidak ditemukan pembebasan dari neraka yang lebih banyak dibanding dengan hari itu. Barangsiapa yang meminta kepada Allah pada hari Arafah mengenai suatu kebutuhan dari berbagai kebutuhan dunia dan akhirat, tentu Allah akan mengabulkannya. Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang."

PUASA TARWIYAH
Sementara puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan hadits ini dloif (kurang kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla’ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.
Puasa Trawiyah ini didasarkan pada satu hadits berikut ini.
Rasululah SAW bersabda,
"Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan (dosa) satu tahun, dan puasa hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun."
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Dailami di kitabnya Musnad Firdaus.

Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda,
"Tidak ada perbuatan yang disukai oelh Allah SWT daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah."
Para Sahabat bertanya,
"Ya Rasulullah, Walaupun jihad di jalan Allah?"
Rasulullah bersabda,
"Walaupun jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (mati Syahid)."
(HR. Bukhari).

Dari Siti Hafshah ra ia berkata,
"Ada empat macam yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasululah SAW yaitu, Puasa Asyura (10 Muharram), puasa sepuluh hari (di bulan Dzulhijjah), puasa tiga hari pada setiap bulan dan melakukan shalat dua rakaat sebelum shalat shubuh."
(Riwayat Ahmad dan Nasa'i).
Selain itu dianjurkan pada malam hari Tarwiyah untuk membaca Dzikir seperti,
"Astaghfirullah Hal Adziim Al Ladzii Laa Ilaaha Illa Huwal Hayyul Qoyyuum Wa Atuubu Ilaih." (1000x).
Yang berpuasa pada hari itu, ganjarannya sangat besar.
Yang berpuasa pada hari itu, akan ditutup Allah 30 pintu kesusahan dan dibuka 30 pintu kesenangan.

Berdasarkan hadits di atas, para ulama sepakat bahwa puasa pada hari Tarwiyah hukumnya dalah sunnah.

SEPULUH HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mempunyai keutamaan dan keistimewaan luar biasa. Lihatlah Allah telah bersumpah akan hari-hari tersebut,” Demi waktu fajar dan sepuluh malam (bulan Dzulhijjah)”. (QS. Al-Fajr). Allah tidak bersumpah terhadap sesuatu kecuali mempunyai makna dan keutamaan yang sangat besar.


Di dalamnya ada hari Nahr (tanggal 10 Dzulhijjah). Hari itu merupakan hari yang paling utama di dunia menurut pendapat sebagian para ulama Rasulullah  bersabda :
أَعْظَمُ الْأَياَّمِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ [رواه أبو داود والنسائي وصححه الألباني]
“Hari yang paling utama di dunia adalah hari Nahr kemudian hari Qorr.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i dan dishahihkan oleh Syaikh Al Bani)

Keutamaan dan keagungan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah diperkuat dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas “Tidak ada satu amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi SAW menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Dawud).

“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari)


Bila ada waktu usahakan puasa tersebut dengan semaksimal mungkin. Karena hanya terjadi 1 kali dalam setahun. Dan semoga kita selalu di ridhai oleh Allah SWT. AAMIIN

SEMOGA BERMANFAAT